Jumat, 06 April 2018

MAKALAH
PERILAKU ORGANISASI

 


OLEH :
                NAMA  :  NADIA FAJRIATI 
NPM   :  1721200076



 
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang. Saya panjatkan puji syukur atas kehadiratnya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah saya tentang Perilaku Komunikasi  “ Trump Mendadak Umumkan Pemecatan Rex Tillerson “ dengan waktu yang telah ditentukan.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah perilaku organisasi, dengan makalah tersebut dapat membantu kita untuk lebih memahami tentang kasus tesebut. dalam penyusunan makalah ini saya telah berusaha dengan baik untuk menyelesaikan makalah tersebut, namun saya menyadari atas segala kekurangan makalah tersebut, kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Atas segala bantuannya saya ucapkan terima kasih. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dalam menyelesaikan sebuah kasus.



Palembang, 03 April 2018

  
 
                                                                                                            Penulis



DAFTAR ISI


DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii


BAB I.  PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang..................................................................................................1
1.2    Rumusan Masalah.............................................................................................2
1.3    Tujuan...............................................................................................................2

 BAB II. PEMBAHASAN 

2.1  Pengertian Komunikasi.....................................................................................3
2.2  Hambatan – hambatan komunikasi...................................................................4
2.3  Fungsi komunikasi............................................................................................5
2.4  Studi kasus perilaku organisasi.........................................................................6
2.5  Penyelasaian kasus............................................................................................7 

BAB III. PENUTUP

3.1  Kesimpulan......................................................................................................8
3.2  Saran ...............................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................10





BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Manusia adalah mahluk sosial dan memerlukan hubungan dengan orang lain. dengan cara komunikasilah manusia bisa berhubungan dengan orang lain. komunikasi dapat dilakukan secara lisan dan tertulis. Komunikasi juga penting dalam  sistem pengendalian manajemen yang merupakan alat untuk  mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati serta evaluasi pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan dapat berjalan lebih efesien dan lancar, yang dimonitor atau yang diatur dalam sistem pengendalian manajemen adalah kinerja dari perilaku manajer di dalam mengelola perusahaan.  Tujuan organisasi tidak akan tercapai apabila tanpa manajemen dan komunikasi. Manajemen tidak akan mungkin ada tanpa organisasi. Manajemen ada, jika ada tujuan yang akan dicapai dan diselesaikan. Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus pada manusia-manusia yng terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Tujuan organisasi juga tidak terlepas dari peran pemimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menguasai komunikasi dengan baik pula. Dengan penguasaan komunikasi yang baik seorang pemimpin memiliki nilai tambah, baik dalam kehidupannya secara umum, maupun dalam mengkontribusikan dirinya di tempat kerja, sehingga lebih produktif. Komunikasi juga dikatakan sebagai inti dari kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif dapat dicapai melalui proses komunikasi yang dilakukan oleh pemimpin kepada anggotanya. Visi pemimpin bisa saja bagus, namun tanpa komunikasi yang efektif, maka visi tersebut tidak akan pernah bisa terwujud. Dalam mengkomunikasikan visi, maka pemimpin harus bisa menyampaikan suatu gambaran di masa depan yang mendorong antusiasme serta komitmen orang lain.

1.2    Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian komunikasi ?
2.      Apa saja yang menjadi hambatan komunikasi?
3.      Fungsi – fungsi komunikasi ?
4.      Studi kasus perilaku komunikasi ?
5.      Penyelesaian kasus ?

1.3    Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahamai bagaimana cara menyelesaikan sebuah kasus tentang perilaku komunikasi dalam organisasi.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi 

Komunikasi dalam organisasi merupakan proses penyampaian informasi yang akurat dan pemahaman atas informasi dari suatu unit (pengirim) ke unit yang lain (penerima) tidak hanya dalam perumusan tujuan organisasi, tetapi juga merupakan peralatan dan sarana penting melalui kegiatan organisasi.Komunikasi adalah satu usaha praktek dalam mempersatukan pendapat-pendapat, ide-ide, persamaan pengertian dan persatuan kelompok. Aktifitas komunikasi memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Apabila kajian komunikasi dihubungkan dengan organisasi timbul suatu kajian tentang komunikasi organisasi. Organisasi merupakan salah konteks penting dalam komunikasi. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward (1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif Paradigma Lasswell menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan yaitu:
  1. Komunikator
  2. Pesan
  3. Media
  4. Komunikator
  5. Efek
Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.

2.2 Hambatan Komunikasi

1. Hambatan Teknis
Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi, semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan dan efesien sebagai media komunikasi. Menurut  dalam bukunya, 1976, Cruden dan Sherman  Personel Management jenis hambatan teknis dari komunikasi :
 - Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
 - Kurangnya informasi atau penjelasan
2. Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau secara secara efektif. Definisi semantik sebagai studi idea atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian (komunikator dan komunikan), tetapi seringkali proses penafsirannya keliru. Tidak adanya hubungan antara Simbol (kata) dan apa yang disimbolkan (arti atau penafsiran), dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang dipakainya.
3. Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat pancaindera seseorang, dll
Menurut Cruden dan Sherman :
- Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia.
  Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, ketrampilan  mendengarkan, perbedaan status, pencairan informasi, penyaringan informasi
- Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi.
Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi organisasi.

2.3 Fungsi-fungsi Komunikasi


v Komunikasi menjalankan empat fungsi utama dalam organisasi atau perusahaan yaitu:
1.         Pengendalian
Fungsi komunikasi ini untuk mengendalikan perilaku anggota dengan beberapa cara. Setiap organisasi mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh pegawai.
Bila pegawai, misalnya, diminta untuk terlebih dahulu mengkomunikasikan setiap keluhan yang berkaitan dengan pekerjaan ke atasan langsungnya, sesuai dengan uraian tugasnya, atau sesuai dengan kebijakan perusahaan, komunikasi itu menjalankan fungsi pengendalian. Namun komunikasi informal juga mengendalikan perilaku.
2.            Motivasi
Komunikasi memperkuat motivasi dengan menjelaskan ke para pegawai apa yang harus dilakukannya.Seberapa baik mereka bekerja, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja yang dibawah standar.
3.         Pengungkapan emosi
Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok atau organisasi merupakan mekanisme fundamental dimana para anggota menunjukkan kekecewaan dan kepuasan. Oleh karena itu, komunikasi memfasilitasi pelepasan ungkapan emosi perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.
4.          Informasi 
Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan dan kelompok untuk mengambil keputusan melalui penyampaian data guna mengenali dan mengevaluasi pilihan-pilihan alternatif.


2.4  Studi Kasus

Trump Mendadak Umumkan Pemecatan Rex Tillerson



2.5  Penyelesaian.

Sebaiknya sebagai seorang presiden Amerika Donald Trump tidak boleh langsung mengambil tidakan berupa pemecatan  menteri luar negeri yaitu Rex Trillesrson begitu saja dikarenkan Rex  tidak menyetujui tentang kesepakatan soal nuklir iran tersebut, yang menurut Rex itu mengerikan sedangkan donald trump menyatakan tidak apa-apa. Sehingga terjadilah perselihan diantara keduanya dan donald trump memutusakan sepihak untuk memecat menteri luar negeri tersebut. ini telah beberapa kali terjadi tentang pemecatan secara sepihak banyak menteri lainnya yang telah donald trump berhentikan tanpa adanya penyelesaian masalah. Rex merupakan menteri yang harus dipecat dibawah pimpinan donald trump.



PENUTUP


3.1 Kesimpulan 

kesimpulan yang dapat disampaikan dalam tulisan ini antara lain pentingnya seorang pemimpin dan bawahan untuk dapat membuka komunikasi secara efektif dan efisien sehingga organisasi dapat berjalan dengan lancar dalam mencapai tujuan  yang telah ditentukan. Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yg mutualisme antara keduanya

3.2 saran 

Komunikasi merupakan alat terpenting dalam berorganisasi, Karena tanpa adanya komunikasi, organisasi tidak akan berjalan dengan maksimal. Jadi disarankan dalam sebuah organisasi harus dibarengi dengan komunikasi yang baik agar tercapai sebuah organisasi yang baik
 



DAFTAR PUSTAKA